“IMPLEMENTASI PENDIDIKAN JASMANI DI SEKOLAH TINGKAT
TAMAN BERMAIN ANAK, SD, SMP, DAN SMA
"Kita tidak berhenti berolahraga karena
menjadi renta. Kita menjadi renta karena berhenti berolahraga." — Kenneth
Cooper slogan tersebut tentunya sangat familiar
ditelinga kita terutama bagi penggiat olahraga, slogan tersebut memang benar
jika kita memiliki tubuh yang bugar dan sehat maka kondisi rohani kita juga
akan ikut merasakannya. Dan seperti yang telah bahwa salah satu tujuan seorang
guru penjas adalah untuk hal tersebut yaitu menyehatkan dan menjaga kebugaran
kondisi jasmani parasiswa. Pendidikan jasmani merupakan media untuk mendorong
perkembangan motorik, kemampuan fisik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan
nilai-nilai (sikap-mental-emosional-spritual-dan sosial), serta pembiasan pola
hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan yang
seimbang. Pendidikan jasmani memiliki peran yang sangat penting dalam
mengintensifkan penyelenggaraan pendidikan sebagai suatu proses pembinaan
manusia yang berlangsung seumur hidup.
Dalam artikel ini
akan membahas implikasi dan pengaruh pendidikan jasmani tingkat TK,SD,SMP dan
SMA
A. pendidikan
jasmani tingkat TK
Anak
tingkat pendidikan TK memiliki retan umur 4 - 5 tahun, Postur tubuh anak TK ada
yang berbentuk gemuk (endomorfik), berotot (mesomorfik) dan ada juga yang
relatif kurus (ektomorfik). Pada saat anak-anak mencapai usia Taman
Kanak-kanak, mereka sudah harus dapat mandi dan berpakaian sendiri, mengikat
tali sepatu dan menyisir rambut dengan sedikit bantuan atau tanpa bantuan sama
sekali. Antara usia 5 dan 6 tahun sebagian besar anak-anak sudah pandai
melempar dan menangkap bola. Mereka dapat menggunakan gunting, dapat membentuk
tanah liat, bermain membuat kue-kue dan menjahit, mewarnai dan menggambar
dengan pinsil atau krayon. Mereka juga sudah dapat menggambar orang.
Pengaruh
dan implikasi terhadap pendidikan jasmani
Sebagai
pendidik, anak perlu memperhatikan keseimbangan gizi, agar pertumbuhan anak
secara konsisten terjamin berjalan baik. Selain itu, anak muali dilatih
menggunakan gunting, pensil maupun crayon untuk mengembangkan keterampilan
motorik halusnya. Untuk perkembangan motorik kaki, anak dapat distimulasi
dengan permainan sepeda roda tiga, bermain bola, dan permainan lain yang banyak
mengaktifkan kaki.
B. pendidikan
jasmani tingkat SD
anak
tinkat pendidikan sekolah dasar memiliki rentan usia 6 – 12 tahun, Kegiatan
fisik sangat perlu untuk mengembangkan kestabilan tubuh dan kestabilan gerak
serta melatih koordinasi untuk menyempurnakan berbagai keterampilan. Kebutuhan
untuk selalu bergerak perlu bagi anak karena energi yang terumpuk pada anak
perlu penyaluran. Di samping itu kegiatan jasmani diperlukan untuk lebih
menyempurnakan berbagai keterampilan menuju 118 keseimbangan tubuh, bagaimana
menendang bola denagan tepat sasaran, mengantisipasi gerakan. Masa kanak-kanak akhir dibagi menjadi dua
fase:
a.
Masa kelas-kelas rendah Sekolah Dasar yang berlangsung antara usia 6/7 tahun –
9/10 tahun, biasanya mereka duduk di kelas 1, 2 dan 3 Sekolah Dasar.
b.
Masa kelas-kelas tinggi Sekolah Dasar, yang berlangsung antara usia 9/10 tahun
– 12/13 tahun, biasanya mereka duduk di kelas 4, 5 dan 6 Sekolah Dasar.
Pengaruh
dan implikasi terhadap pendidikan jasmani
Bermain
sangat penting bagi perkembangan fisik, psikis dan social anak. Dengan bermain
anak berinteraksi dengan teman main yang banyak memberikan berbagai pengalaman
berharga. Bermain secara berkelompok memberikan peluang dan pelajaran kepada
anak untuk berinteraksi, bertenggang rasa dengan sesama teman. Permainan yang
disukai cenderung kegiatan bermain yang dilakukan secara berkelompok, seperti
bentuk permainan kelompok yang disenangi merupakan permainan olah raga seperti
basket, sepak bola, volley dan sebagainya. Jenis permainan ini membantu
perkembangan otot dan pembentukan tubuh. Permainan tersebut termasuk dalam pembelajaran
pendidikan jasmani .
C. pendidikan
jasmani tingkat SMP dan SMA
Untuk
anak SMP dan SMA implikasinya dan pengaruh pendidikan jasmani saya rasa tidak
jauhbeda. Dan pengalaman saya untuk
meteri atau capaian materinya tidak jauh beda. Usia SMP dan SMA sudah memasuki
tahap oprasional formal, keterampilan geraknya pun sudah menyerupai dewasa, dan
kognitifmya sudah rasional, dan mampu berpiki refektif serta dapat memecahkan
permasalah yang abstrak.
Pengaruh
dan implikasinya terhdapan pendidikan jasmani guru pendidikan jasmani berfokus
pada pengembangan keterampilan gerak Dimana siswa diharapkan melakukan gerakan
yang berulang-ulang sampai sehingga dapat mendapatkan tingkat kefasihan gerak
atau automatisasi gerak. Selain pada pengembangan keterampilan gerak guru
penjas juga memberikan pembelajaran yang menuntut siswa untuk dapat menciptakan
gerak sendiri contohnya dalam olahraga senam.
Sehingga
diharapkan para siswa dapat memiliki dan mengembangkan keterampilan geraknya
dan konsentrasi kognitifnya dalam pembelajaran olahraga, sehingga dari situ
siswa dapat berprestasi sesuai dengan keterampilan dan kecocokan kemampuan
tubuhnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar