Rabu, 29 April 2020

ARTIKEL PENGARUH DAN IMPLIKASI TIMBAL BALIK PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK




“IMPLEMENTASI PENDIDIKAN JASMANI DI SEKOLAH TINGKAT TAMAN BERMAIN ANAK, SD, SMP, DAN SMA


"Kita tidak berhenti berolahraga karena menjadi renta. Kita menjadi renta karena berhenti berolahraga." — Kenneth Cooper slogan tersebut tentunya sangat familiar ditelinga kita terutama bagi penggiat olahraga, slogan tersebut memang benar jika kita memiliki tubuh yang bugar dan sehat maka kondisi rohani kita juga akan ikut merasakannya. Dan seperti yang telah bahwa salah satu tujuan seorang guru penjas adalah untuk hal tersebut yaitu menyehatkan dan menjaga kebugaran kondisi jasmani parasiswa. Pendidikan jasmani merupakan media untuk mendorong perkembangan motorik, kemampuan fisik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai (sikap-mental-emosional-spritual-dan sosial), serta pembiasan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan yang seimbang. Pendidikan jasmani memiliki peran yang sangat penting dalam mengintensifkan penyelenggaraan pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup.
Dalam artikel ini akan membahas implikasi dan pengaruh pendidikan jasmani tingkat TK,SD,SMP dan SMA

A.    pendidikan jasmani tingkat TK
Anak tingkat pendidikan TK memiliki retan umur 4 - 5 tahun, Postur tubuh anak TK ada yang berbentuk gemuk (endomorfik), berotot (mesomorfik) dan ada juga yang relatif kurus (ektomorfik). Pada saat anak-anak mencapai usia Taman Kanak-kanak, mereka sudah harus dapat mandi dan berpakaian sendiri, mengikat tali sepatu dan menyisir rambut dengan sedikit bantuan atau tanpa bantuan sama sekali. Antara usia 5 dan 6 tahun sebagian besar anak-anak sudah pandai melempar dan menangkap bola. Mereka dapat menggunakan gunting, dapat membentuk tanah liat, bermain membuat kue-kue dan menjahit, mewarnai dan menggambar dengan pinsil atau krayon. Mereka juga sudah dapat menggambar orang.
Pengaruh dan implikasi terhadap pendidikan jasmani
Sebagai pendidik, anak perlu memperhatikan keseimbangan gizi, agar pertumbuhan anak secara konsisten terjamin berjalan baik. Selain itu, anak muali dilatih menggunakan gunting, pensil maupun crayon untuk mengembangkan keterampilan motorik halusnya. Untuk perkembangan motorik kaki, anak dapat distimulasi dengan permainan sepeda roda tiga, bermain bola, dan permainan lain yang banyak mengaktifkan kaki.

B.     pendidikan jasmani tingkat SD
anak tinkat pendidikan sekolah dasar memiliki rentan usia 6 – 12 tahun, Kegiatan fisik sangat perlu untuk mengembangkan kestabilan tubuh dan kestabilan gerak serta melatih koordinasi untuk menyempurnakan berbagai keterampilan. Kebutuhan untuk selalu bergerak perlu bagi anak karena energi yang terumpuk pada anak perlu penyaluran. Di samping itu kegiatan jasmani diperlukan untuk lebih menyempurnakan berbagai keterampilan menuju 118 keseimbangan tubuh, bagaimana menendang bola denagan tepat sasaran, mengantisipasi gerakan.  Masa kanak-kanak akhir dibagi menjadi dua fase:
a. Masa kelas-kelas rendah Sekolah Dasar yang berlangsung antara usia 6/7 tahun – 9/10 tahun, biasanya mereka duduk di kelas 1, 2 dan 3 Sekolah Dasar.
b. Masa kelas-kelas tinggi Sekolah Dasar, yang berlangsung antara usia 9/10 tahun – 12/13 tahun, biasanya mereka duduk di kelas 4, 5 dan 6 Sekolah Dasar.
            Pengaruh dan implikasi terhadap pendidikan jasmani
Bermain sangat penting bagi perkembangan fisik, psikis dan social anak. Dengan bermain anak berinteraksi dengan teman main yang banyak memberikan berbagai pengalaman berharga. Bermain secara berkelompok memberikan peluang dan pelajaran kepada anak untuk berinteraksi, bertenggang rasa dengan sesama teman. Permainan yang disukai cenderung kegiatan bermain yang dilakukan secara berkelompok, seperti bentuk permainan kelompok yang disenangi merupakan permainan olah raga seperti basket, sepak bola, volley dan sebagainya. Jenis permainan ini membantu perkembangan otot dan pembentukan tubuh. Permainan tersebut termasuk dalam pembelajaran pendidikan jasmani .

C.     pendidikan jasmani tingkat SMP dan SMA
Untuk anak SMP dan SMA implikasinya dan pengaruh pendidikan jasmani saya rasa tidak jauhbeda.  Dan pengalaman saya untuk meteri atau capaian materinya tidak jauh beda. Usia SMP dan SMA sudah memasuki tahap oprasional formal, keterampilan geraknya pun sudah menyerupai dewasa, dan kognitifmya sudah rasional, dan mampu berpiki refektif serta dapat memecahkan permasalah yang abstrak.
Pengaruh dan implikasinya terhdapan pendidikan jasmani guru pendidikan jasmani berfokus pada pengembangan keterampilan gerak Dimana siswa diharapkan melakukan gerakan yang berulang-ulang sampai sehingga dapat mendapatkan tingkat kefasihan gerak atau automatisasi gerak. Selain pada pengembangan keterampilan gerak guru penjas juga memberikan pembelajaran yang menuntut siswa untuk dapat menciptakan gerak sendiri contohnya dalam olahraga senam.
Sehingga diharapkan para siswa dapat memiliki dan mengembangkan keterampilan geraknya dan konsentrasi kognitifnya dalam pembelajaran olahraga, sehingga dari situ siswa dapat berprestasi sesuai dengan keterampilan dan kecocokan kemampuan tubuhnya.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar